Selama dua dekade terakhir, personality computing berkembang sebagai bidang interdisipliner yang menjembatani teknologi dan psikologi dalam memahami perilaku manusia. Pendekatan ini tidak hanya memanfaatkan kemajuan komputasi, tetapi juga mengintegrasikan perspektif humanistik untuk menggali bagaimana kepribadian dapat dimodelkan, dianalisis, dan dipahami dalam konteks digital yang semakin kompleks.
Dalam konteks ini, saya berkesempatan menjadi bagian dari penelitian yang dipimpin oleh Fabio Celli, bersama Bruno Lepri, Alessandro Vinciarelli, Aleksandar Kartelj, dan rekan-rekan lainnya. Naskah penelitian ini telah diterima di ACM Computing Surveys (Q1, top-tier journal).
Penelitian ini merefleksikan perjalanan 20 tahun personality computing—mulai dari evolusi pendekatan, dampak, hingga tantangan yang semakin kompleks di era komputasi modern. Bidang ini membuka peluang besar untuk memahami perilaku manusia melalui data dan teknologi, namun sekaligus menghadirkan pertanyaan mendasar tentang batasan, tanggung jawab, dan implikasi sosialnya.
Beberapa isu yang menjadi perhatian dalam kajian ini meliputi perkembangan sintesis kepribadian berbasis AI, potensi persuasi massal, hingga munculnya konsep artificial intimacy. Di sisi lain, tantangan etis dan teknis menjadi semakin penting.
Kolaborasi dengan peneliti internasional dalam penelitian ini menjadi pengalaman yang berharga, tidak hanya dalam memperluas perspektif, tetapi juga dalam membentuk arah pengembangan bidang ini ke depan. Di tengah perkembangan AI yang semakin cepat, upaya untuk memahami manusia secara lebih mendalam menjadi kunci dalam membangun teknologi yang bertanggung jawab.
#PersonalityComputing #InterdisciplinaryResearch #HumanCenteredAI #AIResearch
#EthicalAI
