Menjadi Bagian dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah

Penghargaan sering kali datang sebagai pengingat, bukan tujuan. Pada 25 Juli 2025, saya menerima penghargaan sebagai salah satu dari 75 Tokoh Pamomong Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh Suara Merdeka di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang. Sebuah kehormatan yang tak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga refleksi perjalanan — dari Pekalongan, kota kecil tempat saya dibesarkan, menuju dunia pendidikan dan teknologi yang kini menjadi panggilan hidup.

Istilah Pamomong memiliki makna yang sangat dalam. Ia bukan sekadar gelar, melainkan filosofi hidup tentang bagaimana seseorang hadir untuk menuntun, mendampingi, dan menjaga nilai-nilai luhur di setiap langkah perubahan. Dalam konteks pendidikan dan teknologi, peran Pamomong berarti memastikan bahwa kemajuan tidak hanya diukur dari kecanggihan sistem, tetapi juga dari seberapa kuat nilai-nilai kemanusiaan tertanam di dalamnya.

Sebagai akademisi di bidang teknologi, penghargaan ini menjadi pengingat bahwa ilmu pengetahuan tidak pernah berdiri sendiri. Setiap inovasi membutuhkan arah moral, dan setiap langkah kemajuan memerlukan kesadaran untuk memberi manfaat bagi sesama. Pendidikan bukan sekadar melahirkan kecerdasan intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang berintegritas.

Setiap generasi membutuhkan sosok yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menuntun — dan dalam dunia yang terus berubah, peran itu kini menjadi tanggung jawab bersama kita semua: pendidik, pemimpin, dan pembelajar.

Penghargaan ini bukan hanya bentuk apresiasi, tetapi juga cerminan kolaborasi dan dukungan dari banyak pihak yang percaya bahwa ilmu dan nilai harus berjalan beriringan. Semoga semangat Pamomong terus menjadi pengingat bahwa di tengah kemajuan teknologi, peran manusia tetap menjadi pusat dari segala perubahan.

#Inspiration #Education #Leadership #ArtificialIntelligence #PamomongJawaTengah #BINUSUniversity #SchoolOfComputerScience