Satu tahun setelah dikukuhkan sebagai Profesor, perjalanan ini semakin menegaskan bahwa keilmuan tidak berhenti pada capaian akademik—ia harus bergerak, diuji, lalu kembali memberi makna. Ruang kelas menjadi titik berangkat yang penting: tempat gagasan disusun dengan disiplin, cara berpikir dibentuk dengan ketelitian, dan rasa ingin tahu dipelihara agar tumbuh menjadi kompetensi. Di sana, Artificial Intelligence tidak diperlakukan sebagai tren, melainkan sebagai bidang ilmu yang perlu dipahami secara mendalam—dengan nalar, etika, dan tanggung jawab.
Dari kampus, pengetahuan kemudian menyeberang ke ruang profesional. Pertemuan dengan para praktisi dan pemimpin bisnis menghadirkan pertanyaan yang berbeda: bagaimana AI benar-benar bekerja dalam proses nyata, bagaimana dampaknya diukur, dan bagaimana organisasi membangun kapabilitas yang berkelanjutan. Dalam forum-forum profesional, AI dibahas bukan sebagai jargon, melainkan sebagai strategi yang harus dapat dipertanggungjawabkan—menghubungkan inovasi dengan kebutuhan, serta ketepatan dengan manfaat.

Cakrawala keilmuan juga terus diperluas melalui keterlibatan dalam forum internasional dan kolaborasi dengan peneliti lintas negara. Pertukaran gagasan, diskusi ilmiah, serta kerja kolaboratif memperkaya perspektif dan menjaga agar pengembangan keilmuan selalu selaras dengan denyut perkembangan global. Dari interaksi ini, lahir ketajaman baru: kemampuan melihat AI tidak hanya dari sisi teknis, tetapi juga dari sisi dampak, etika, dan keberlanjutan.
Perjalanan itu menjadi utuh ketika ilmu kembali hadir di ruang publik, membuka kesempatan untuk menerjemahkan konsep menjadi pemahaman yang membumi: bahwa teknologi seharusnya memperkuat manusia, membantu belajar, bekerja, dan mengambil keputusan dengan lebih baik. Dampak yang luas tidak selalu lahir dari hal besar; sering kali ia bermula dari satu ruang kelas, satu sesi diskusi, atau satu momen ketika seseorang merasa masa depannya menjadi lebih jelas.
Satu tahun ini menjadi pengingat bahwa peran seorang Profesor AI bukan hanya menghasilkan pengetahuan, tetapi memastikan pengetahuan itu hidup, berkembang, dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Tanggung jawab terus berlanjut.
#Professorship #AIEducation #HumanCenteredAI #AcademicLeadership #TechnologyForGood #KnowledgeToImpact
* Images enhanced using generative AI
