Pelajaran yang Bertahan Lebih Lama dari Ruang Kelas

Beberapa foto dari kelas awal pada tahun 2010 kembali mengingatkan pada fase awal perjalanan sebagai pendidik. Saat itu, saya datang ke ruang kelas dengan keyakinan bahwa peran utama saya adalah mengajar. Namun seiring waktu, pemahaman tersebut perlahan bergeser. Di ruang yang sama, justru banyak pelajaran berharga yang saya terima—tentang kesabaran, empati, dan makna melayani melalui pendidikan.

Interaksi sehari-hari di kelas membentuk cara pandang yang lebih utuh tentang proses belajar. Mengajar tidak hanya soal menyampaikan materi, tetapi tentang hadir, mendengarkan, dan memahami dinamika setiap individu. Dari situ, pendidikan menjadi relasi dua arah yang hidup, tempat pengetahuan dan nilai tumbuh bersama.

Lima belas tahun kemudian, melihat banyak dari para siswa tersebut tumbuh dan berhasil, menghadirkan rasa sukacita yang tenang. Bukan kebanggaan yang riuh, melainkan kesadaran bahwa perjalanan kecil di masa lalu memiliki dampak yang berkelanjutan. Mereka adalah bagian dari fase awal yang secara perlahan membentuk bagaimana peran sebagai pendidik dijalani hingga hari ini.

Pengalaman-pengalaman awal itu menjadi pengingat bahwa pendidikan sering kali bekerja dalam diam. Hasilnya tidak selalu langsung terlihat, tetapi tertanam dan berkembang seiring waktu. Di sanalah makna mengajar menemukan kedalamannya—bukan hanya pada apa yang diajarkan, tetapi pada hubungan dan nilai yang tumbuh di sepanjang perjalanan.

#TeachingJourney #LifelongLearning #Education #BINUSUniversity