Pendidikan doktoral memiliki peran strategis dalam membentuk pemikir yang tidak hanya menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu berkontribusi secara kritis dan bermakna bagi perkembangan ilmu pengetahuan. Dalam konteks tersebut, kesempatan untuk berkontribusi sebagai penguji eksternal disertasi doktoral di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menjadi pengalaman akademik yang bernilai sekaligus memperkaya perspektif.
Disertasi yang diuji berjudul “Explainable Personalized Depression Detection from Online Social Networks Through Personality Trait-Aware Multimodal Deep Learning Approach”. Penelitian ini mengangkat isu penting di persimpangan antara kecerdasan buatan, kesehatan mental, dan pemahaman perilaku manusia. Topik ini mencerminkan bagaimana riset doktoral dapat berkontribusi pada tantangan nyata masyarakat melalui pendekatan ilmiah yang kuat dan relevan.
Peran sebagai penguji eksternal membuka ruang dialog ilmiah yang konstruktif, tidak hanya dalam menilai ketepatan metodologi dan kontribusi keilmuan, tetapi juga dalam mendiskusikan implikasi etis, interpretabilitas model, serta relevansi penelitian terhadap konteks sosial yang lebih luas. Diskusi yang terbangun memperlihatkan bagaimana pendidikan doktoral berfungsi sebagai ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan terus berkembang.
Pendidikan doktoral bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah disertasi, tetapi tentang membentuk karakter intelektual yang reflektif, berintegritas, dan siap memberi dampak. Melalui dialog akademik yang bermakna, proses ini menjadi bagian penting dalam menyiapkan talenta riset yang mampu menjawab tantangan ilmiah dan sosial di masa depan.

#DoctoralEducation #ArtificialIntelligence #MentalHealth #DeepLearning
