Apakah “shortcut” adalah solusi?

Belakangan sering melihat kondisi dimana “shortcut” selalu dijadikan pilihan yang utama:

  • ingin memperoleh hasil yang besar, tapi tidak mau dengan tekun mulai dari menanam dan memupuk hal kecil yang baik, selalu menomorsatukan hasil tanpa proses.
  • ingin kurus, tapi tidak mau menjaga makan dan olahraga secara konsisten, malah beralih mengandalkan obat diet supaya cepat kurus.
  • ingin jadi pribadi yang lebih baik, tapi tidak mau mendengarkan masukan orang lain, hanya sibuk menyalahkan kondisi.
  • ingin bekerja di tempat yang high prestige, tapi tidak mau mengasah skill, malah sibuk cari koneksi supaya bisa masuk tempat kerja yang oke.
  • ingin punya bisnis dengan nilai aset yang tinggi, tapi tidak mau memulai dari usaha kecil, langsung mencoba bisnis dengan modal yang besar supaya untungnya besar.

Apakah menjalani proses untuk mendapatkan hasil baik sudah tidak relevan lagi di jaman sekarang ini?

Benyamin Franklin pernah mengatakan:

“Without continual growth and progress, such words as improvement, achievement, and success have no meaning.”

Semoga kalimat beliau sebagai founding father of the US masih relevan, jangan andalkan “shortcut”, mari berproses dan bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *